Fenomena homoseksual

Posted: Februari 3, 2010 in Remaja
Tag:,

Seringkali terjadi tindak kekerasan terhadap orang-orang yang dianggap melakukan penyimpangan seksual. Mereka ini yang disebut homoseksual, dilempari batu dan diolok-olok katika sedang berkumpul, dll.
Bolehkah kita nglakuin hal ini and menganggap kalo kita lebih ‘suci’ dari mereka?
Emang diakui, sebagian masyarakat khawatir dengan tingkah para homoseks yang semakin menjadi-jadi, semakin ‘berani’ menunjukkan eksistensinya, bahkan dianggap sebagai ‘gaya hidup’ yang lagi ngetrend. Wah gawat..

Kalo misalnya ada seseorang yang setiap mimpi selalu nglakuin hubungan seksual dengan sesama jenisnya, apa bisa dikatain homo?

Mimpi yang dimaksud tadi bisa diartiin mimpi basah, yang terjadi pada setiap laki-laki setelah akil baligh. Biasanya ada obyek seksual dalam mimpi tersebut yang merupakan wujud obyek seksual di kehidupan sehari-hari. Seumpama orang yang heteroseksual ketika bermimpi melakukan hubungan seksual, maka obyeknya pasti lawan jenisnya. Jadi kalo seseorang dalam setiap mimpinya (bukan hanya sekali tapi berkali-kali) selalu berhubungan dengan sesama jenisnya and kalo dalam kehidupan sehari-hari emang tertarik secara ‘seksual’ sama sejenisnya, berarti ada indikasi kalo dia seorang homoseksual!

Kok bisa ya homoseksual itu terjadi?

Diamati dari berbagai teori, kita temukan kalo ternyata homoseksual itu terjadi nggak cuma karena satu faktor aja. Ada faktor lain yang sering disebut yaitu salah pola asuh. Seseorang terlahir cowok, tapi diasuh seperti cewek sehingga lama-kelamaan ia tertarik jadi ‘cewek’. Hal ini saling berkaitan juga dengan faktor yang lain misalnya faktor bawaan, yaitu sejak lahir punya kecenderungan tertarik sama sejenisnya. Ini terlihat saat ia pertama kali jatuh cinta.

Banyak penelitian yang dilakukan mengenai homoseksual, di antaraya:

  1. Ada yang bilang kalo bagian dari otak kita (namanya ‘hipotalamus’) yang mempengaruhi seseorang jadi homoseksual atau heteroseksual.
  2. Ada yang mengatakan kalo homoseksual disebabkan oleh faktor genetika.
  3. Ada juga yang mengatakan kalo lingkungan ikut banyak mempengaruhi.

Jangan salah paham dulu, ini bukan berarti kalo kita punya temen seorang homoseks, maka kita juga akan jadi homoseks. Terbentuknya orientasi seksual yang yang disebabkan oleh lingkungan itu maksudnya adalah jika terjadi dalam waktu yang sangaaaaat lama and terus menerus.

Kira-kira homoseks bisa disembuhin nggak?

Kalo yang dimaksud sembuh itu adalah nggak ada ketertarikan lagi dengan sesama jenis, bisa menikah dengan lawan jenis dan bisa punya anak, ini masih menjadi pendapat kebanyakan masyarakat. Akhirnya banyak homoseks yang mencoba melakukan itu (menikah dengan lawan jenis dan punya anak) hanya sekedar bisa diterima oleh masyarakat sebagai orang ‘normal’. Duh.. Apakah itu yang dikatakan sembuh? Mmm, mungkin lebih tepatnya itu dikatakan sebagai ikhtiar untuk sembuh kali yaa. Sedangkan ‘sembuh’ itu sendiri masih diperdebatkan oleh masyarakat.

Homo bisa menular nggak?

Menular kayak serangan flu? Ya enggak donk. Seseorang melakukan perilaku homoseks karena berbagai alasan. Ambil contoh aja, seseorang yang secara terus-menerus dirangsang secara seksual oleh sesama jenisnya, maka dalam pikiran dia kenikmatan seksual itu yaa seperti itu. Lalu dia pun punya kecenderungan mempraktekan perilaku homoseks itu. Maka, bisa jadi orientasinya kemudian adalah homoseksual.

Jika hanya makan bareng, ngobrol bareng, masak bareng, bahkan ekstrimnya hidup bareng pun kalo tanpa melakukan hubungan seksual atau perilaku-perilaku seksual, maka nggak akan membuat orang ikut-ikut jadi homoseks.

Komentar
  1. wahyu am mengatakan:

    kalo dikaskus istilahnya maho nih
    😆

    salam kenyal ya sist😉

    nice blog btw

  2. drummerfan mengatakan:

    hancurkan homo di dunia ini

  3. blackenedgreen mengatakan:

    haha^^ maaf agak tergelitik.

    kalau misalnya ada yang namanya makhluk planet lain, jupiter misalnya, besar-besar, kejam-kejam, dan berdasarkan pemahaman mereka menarik kesimpulan bahwa makhluk yang bernama manusia dan kemanusiaannya adalah bentuk penyimpangan yang bisa merusak alam semesta, kemudian mereka berkata: “hancurkan manusia di jagad ini.”

    fenomena homoseksual bermasalah? jelas ya, tapi “penderita” homoseksual (apapun istilahnya) bukan musuh kita, kita punya banyak masalah lain: pendidikan misalnya.

    Tulisan yang bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s