Tahi lalat, apa itu?

Posted: Januari 22, 2010 in Tahukah kamu?

Coba perhatikan tubuhmu baik-baik, terutama bagian di muka, lengan atau kaki. Adakah kamu temukan satu dua atau beberapa bintik kecil berwarna gelap? Itulah tahi lalat atau yang di beberapa tempat sering dikenal dengan sebutan andeng-andeng.

Tahi lalat sama sekali bukan kotoran lalat yang menempel di tubuh kita lho (hahaha). Tahi lalat sebenarnya merupakan bagian yang sama dari kulit kita yang tumbuh, tapi mempunyai kekhususan dengan adanya zat pigmen gelap di dalamnya.

Lebih jelasnya begini, di dalam kulit kita terdapat zat warna (pigmen) yang bertanggung jawab memberikan warna-warna khas pada kulit manusia. Ada zat pigmen karoten yang memberi warna kekuning-kuningan pada tubuh dan zat pigmen melanin yang memberi warna coklat kehitaman. Selain itu aliran darah, pada urat-urat di bawah kulit juga memberi pengaruh warna kemerah-merahan pada kulit.

Zat melanin dihasilkan oleh sel tubuh yang bernama melanosit. Melanin ini sendiri tak hanya menyumbang warna gelap namun juga punya fungsi perlindungan bagi tubuh jika terpapar sinar ultraviolet dari matahari. Melanin memang bersifat sensitif terhadap sinar matahari.Semakin banyak tubuh kita terpapar ultraviolet matahari, akan semakin banyak melanin yang dihasilkan melanosit, terutama pada bagian yang terpapar sinar secara langsung.

Maka, nggak mengherankan jika seorang anak perempuan berjilbab yang cukup sering terpapar matahari akan memiliki warna wajah dan warna punggung tangan yang lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya.

Meski umumnya melanosit tersebar merata sebagai sel yang berdiri sendiri tapi kadang-kadang ada beberapa melanosit yang tumbuh berkumpul dalam satu tempat dan membentuk sebuah titik. Nah, kumpulan melanosit yang menghasilkan pigmen melanin di satu tempat ini akan membuat tempat tumbuhnya menjadi titik hitam yang kemudian kita kenal dengan tahi lalat atau andeng-andeng.

Tahi lalat ini ada yang dibawa sejak seorang bayi dilahirkan, tapi ada pula yang tumbuh belakangan, sejak bayi hingga dewasa, terutama pada daerah yang sering terkena sinar matahari langsung. Nggak usah khawatir jika jumlah tahi lalatmu cukup banyak. Memiliki 10 hingga 60 tahi lalat di sekujur tubuh masih tergolong normal kok..

Karena tahi lalat sesungguhya merupakan sel kulit sebagaimana sel kulit lainnya, tentu dia nggak berbahaya sepanjang nggak ada tanda-tanda aneh yang perlu diwaspadai. Apa aja tanda aneh itu? Pertama, tahi lalat ini tumbuh membesar dan melebar ukurannya. Kedua, terasa sakit atau gatal. Ketiga, ukuran awalnya sudah lebih besar dari 5 cm. Untuk tahi lalat yang punya gejala aneh begini, sebaiknya kalian segera menghubungi dokter untuk memastikan bahwa sel kulit yang membentuk tahi lalat itu bukan sel aktif yang terus tumbuh dan berpotensi menjadi penyakit berbahaya.

Tahi lalat yang kecil , bulat dan tidak berubah selama bertahun-tahun lamanya sesungguhnya tahi lalat biasa saja yang justru bisa menjadi pemanis wajah kita.🙂

Komentar
  1. nurprasetia mengatakan:

    uwww…… bru tau nihh…..
    oh iya tuker link yuukk❗

  2. Deni Irawan mengatakan:

    mantap gan nice info🙂

  3. Alifia Amri mengatakan:

    Akhirnya… Ane tau jga ^_^ makasih yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s