Beberapa akar enak dimakan

Posted: Januari 22, 2010 in Tahukah kamu?

Akar adalah bagian tanaman yang mungkin paling jarang kita perhatikan karena tak nampak dari pandangan mata. Kalaupun terlihat, akar umumnya tak menunjukkan keindahan laksana cemerlangnya bunga, keunikan seperti yang ditunjukkan bentuk-bentuk dedaunan atau semenarik buah ranum yang segar.

Namun jangan salah, meski seringkali nampak semrawut dan kotor—karena berdekatan dengan tanah, air dan sampah-sampah dedaunan yang membusuk–, hampir semua tanaman tak akan sanggup hidup tanpa kehadirannya.

Ada dua macam akar yang umumnya dimiliki oleh tumbuh-tumbuhan di dunia ini. Pertama adalah akar tunggang dan yang kedua adalah akar serabut.

Akar tunggang adalah satu akar tunggal yang menjadi akar utama satu tumbuhan. Akar utama yang paling besar ini hanya sedikit saja memiliki cabang-cabang dan keseluruhan akar tunggang ini menghunjam dengan kuat ke arah dalam perut bumi.

Sementara akar serabut adalah akar tumbuhan yang terdiri atas sejumlah besar percabangan akar yang menyebar ke sana kemari. Umumnya akar serabut ini tidak bisa tumbuh membesar, dan dapat kita lihat contohnya pada akar tanaman jagung, bambu atau kangkung.

Sementara itu, beberapa fungsi utama akar bagi tumbuahn adalah pertama, dia bertugas mencari air dan unsur-unsur hara, yaitu segala vitamin dan mineral yang berguna untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuhan.

Bagaimanapun sulit dan kerasnya kondisi lingkungan tumbuh, akar akan terus bekerja keras menjulurkan cabang demi cabangnya untuk mendapatkan air dan unsur hara ini. Akar akan berupaya menjelajahi kedalaman bumi atau meluas hingga melebihi luas jangkauan tebar cabang, ranting dan daun-daun tumbuhan yang terletak di atas tanah. Begitu menemukannya, sang akar akan menghisap dalam-dalam air dan unsur hara ini lantas mengirimkannya melalui saluran-saluran di dalam batang menuju seluruh bagian tubuh tanaman.

Kedua, akar juga berperan dalam mencengeram tanah dan menjaga agar tanaman tumbuh dengan kuat dan kokoh saat berpijak pada tanah tempat tumbuhnya.

Angin kencang serta hujan boleh saja engguyur dan menggoyang tubuh tanaman di atas tanah, namun kekuatan cengkeraman akarlah yang membuat sang tumbuhan bisa tetap bertahan di tempatnya berada.

Kemudian, ketiga, untuk beberapa jenis tanaman tertentu, akar juga berfungsi menjadi lumbung penyimpan makanan. Pada akar-akar jenis ini, akar akan menggemuk, renyah dan segar karena berisi cadangan makanan, sebelum akhirnya akan menjadi akar tua yang keras dan kisut.

Akar yang berfungsi menyimpan cadangan makanan ini dikenal sebagai akar umbi. Kita bisa melihat contohnya pada tanaman semacam lobak, wortel dan singkong.

Pada tanaman jenis ini, selain dikirim ke tubuh tanaman di atas tanah, air dan unsur hara yang sudah diolah disimpan di akar agar bisa digunakan sewaktu-waktu manakala cuaca mengering sehingga air berkurang atau saat kesuburan tanah berkurang.

Kalau cadangan makanan ini sering dipakai, misalnya karena daerah tumbuhnya gersang dan tidak subur, akar-akarnya menjadi kurus. Begitu pula kalau usia tanaman sudah cukup tua, cadangan makanan yang tersimpanpada akar ini pun kehilangan fungsinya dan ikut menua dengan salah satu curunya adalah menjadi keras.

Nah, akar-akar umbi ini ternyata banyak yang enak untuk dikonsumsi manusia dan bergizi pula. Sebab, sang akar memang menyaring unsur-unsur hara terbaik saja dari dalam tanah, vitamin, mineral dan tentu saja air, yang juga bermanfaat bagi manusia.

Namun, kalau ingin mendapatkan akar umbi terbaik, tentu saja sebaiknya akar itu dicabut dari pohon yang masih cukup muda usianya agar umbi yang diperoleh masih cukup empuk dan enak dikonsumsi. Begitu pula umbi dari tanaman di wilayah subur tentu lebih besar dan gemuk dibanding umbi yang didapat dari lahan gersang dan tandus.

Karenanya, kini para petani justru secara khusus merawat tanaman-tanaman seperti wortel, lobak dan singkong demi mengambil akarnya yang lezat dan penuh manfaat dengan menyirami, memupuk dan menyiangi tanaman-tanaman berakar umbi ini.

sumber: majalah Ummi

Komentar
  1. drummerfan mengatakan:

    kalo akar bahar gimana ya….😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s