Apa itu awan kabut?

Posted: Januari 22, 2010 in Tahukah kamu?

Setiap hari, saat matahari bersinar menghangatkan bumi, pada saat itu sesungguhnya segala air yang ada di tanah, di danau, di laut dan di berbagai belahan bumi lainnya ikut terpanaskan.

Air yang dipanaskan ini lama-lama berubah bentuknya menjadi uap air dan karena uap air itu berwujud gas yang sifatnya ringan, secara pelan-pelan uap air-uap air ini naik ke langit. Dalam perjalanannya menuju langit, uap air bisa berubah wujud menjadi air kembali atau bahkan menjadi butiran es.

Ini terjadi jika jarak menguapnya air dari tanah sudah semakin berkurang. Pada kondisi ini, udara menjadi semakn dingin sehingga uap air mulai menjadi titik air kembali. Bahkan, jika udara sangat dingin, uap air ini akan mengembun dan menjadi butir-butir es di langit.

Nah, berjuta-juta titik air atau es di langit ini akan berkumpul menjadi awan yang bila kita lihat dari bawah tampak seperti gumpalan-gumpalan kapas. Kelak jika sudah begitu banyak awan yang terkumpul sehingga sang awan ini menjadi berat, titik air atau butir es ini akan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

Lalu, bagaimana dengan kabut yang muncul bagaikan sapuan awan dan terasa dingin itu? Sebenarnya, sama juga, kabut adalah uap air yang terjadi akibat terpanaskannya air di bumi oleh sinar matahari.

Namun, jika hal ini terjadi di wilayah dataran tinggi dengan suhu udara yang rendah, maka sebelum sampai ke ketinggian pun uap air sudah terdinginkan oleh suhu udara dan menjadi kumpulan titik air yang terasa dingin.

Semakin dingin suhu udara di suatu tempat, semakin sering kabut muncul karena uap air yang didinginkan tak sempat naik ke langit. Apalagi jika hari sudah menjelang senja, dimana sinar matahari semakin berkurang, semakin tebal saja kabut yang muncul karena suhunya bertambah dingin.

Bagaimana dengan kota-kota besar yang jauh dari dataran tinggi dan dipenhi pula oleh polusi yang membuat suhu udara menjadi panas? Tentu saja kabut jarang terjadi karena uap air terdorong terus oleh panasnya udara menuju langit. Namun, sesekali kita mungkin masih bisa melihat lapisan kabut tipis, yaitu di waktu Subuh menjelang.

Pada saat itu air mulai menguap, namun karena suhu udara masih cukup dingin, uap air ini pun mengembun dan sekilas kita bisa melihat sebentuk kabut tipis sebelum dia menghilang kembali seiring datangnya sinar matahari yang lebih terang.

Sumber: majalah Ummi

Komentar
  1. Awam mengatakan:

    bagaimana dengan kabut asap seperti yg terjadi di kalimantan?thx

  2. adjie mengatakan:

    Aq suka artikel ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s