Minder atau terlalu rendah diri adalah perasaan menganggap diri nggak mampu dan menganggap orang lain lebih baik dari dirinya. Orang minder cenderung bersikap egosentris, memposisikan diri sebagai korban, merasa nggak puas sama dan mengasihani dirinya sendiri.
Pernahkah kamu mengalami hal itu? Coba deh, amati dirimu, adakah gejala-gejala di bawah ini yang kamu temukan dalam dirimu?
- Merasa diri rendah, bodoh, nggak mampu, nggak pantas, dsb
- Kesulitan dalam bergaul atau susah mendapatkan teman baru
- Merasa kurang nyaman kalo ada seseorang yang mendekatimu
- Nggak berani memulai percakapan atau perkenalan dengan orang lain
- Malu mengungkapkan ide atau pendapat kepada orang lain
- Demam panggung, takut berbicara di depan umum (public speaking phobia)
- Saat masuk di lingkungan baru, kamu cemas dan takut kalo orang-orang di lingkungan baru itu nggak suka sama kamu
- Suka menyendiri karena merasa nggak punya teman
- Grogi saat berhadapan dengan orang yang baru dikenal
- Merasa bahwa orang lain selalu memperhatikan kelemahanmu
- Menganggap orang lain lebih hebat daripada dirimu
- Sering membandingkan kelemahan dirimu dengan kelemahan orang lain
- Sensitif sama perkataan orang lain, meskipun cuma bercanda
- Terlalu fokus pada kelemahan diri sehingga selalu punya seribu alasan untuk menyalahkan atau meremehkan diri sendiri
- Sering menolak kalo diajak ke tempat yang banyak orang
- Nggak berani menerima tanggung jawab yang besar karena takut gagal
- Sering melamun, murung, gampang sedih, dan lelah
- Kurang semangat saat melakukan sesuatu hal
- dan banyak lagi yang lainnyaaa..
Ketahuilah, tiap orang di dunia ini hanya membawa dua rasa takut alami, yaitu takut sama ketinggian dan suara keras. Kalo kamu sekarang punya rasa takut, malu, grogi, atau minder selain kedua rasa takut tadi, berarti rasa takut yang kamu miliki bukan karena bawaan dari lahir. Rasa mindermu itu akibat pengaruh dari lingkungan hidupmu.
Apa aja sih penyebab rasa minder muncul?
- Sering diremehkan dan dikucilkan oleh teman bergaulnya
- Pola asuh orang tua yang sering melarang dan membatasi kegiatan anak
- Orang tua yang sering memarahi kesalahan anak, tapi nggak pernah memberi penghargaan jika anak melakukan hal yang positif
- Kurang kasih sayang atau pujian dari keluarga
- Tertular sifat minder orang tua atau keluarga
- Trauma sama kegagalan di masa lalu
- Trauma dipermalukan di depan umum
- Merasa bentuk fisiknya nggak sempurna, dll
Selama kita melakukan hal yang benar, sebenarnya nggak ada alasan lagi untuk kita merasa minder. Meskipun kita belum mampu melakukan sesuatu, sebagai manusia kita bisa belajar dulu. Namun dalam kenyataannya, beberapa orang salah menempatkan rasa minder itu, sehingga membuat kehidupan dan kesuksesannya jadi terhambat.
Sebisa mungkin hilangkanlah rasa minder itu dari diri kita. Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba, semoga bermanfaat yaa..
Ubah sudut pandangmu!
Rasa percaya diri itu nggak hanya datang dari wajah yang cantik atau cakep, kekayaan yang melimpah, kepandaian ataupun status sosial yang tinggi. Rasa minder bisa datang karena kita lebih memfokuskan diri pada sisi negatif atau kekurangan kita. Seperti merasa diri nggak menarik, mengabaikan kelebihan yang dimiliki, takut adanya penolakan dari orang lain terhadap apa yang kita lakukan. Padahal, tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka sekarang waktunya untuk mengubah sudut pandang mengenai dirimu dengan memfokuskan pada kelebihan yang kamu miliki.
Perluas duniamu!
Banyak banyaklah mengupdate berbagai informasi agar kalo kamu diajak ngobrol, omonganmu bisa nyambung. Perluas juga pergaulanmu. Sering bergaul dengan orang-orang yang nggak kaku dan berpikir optimis juga bisa membawamu lebih percaya diri.
Tatap matanya..
Rileks aja saat kamu berintekasi dengan orang lain. Meskipun kamu harus berhadapan dengan orang paling populer sekalipun. Tataplah mata lawan bicaramu. Kalo kamu nggak bisa menatap matanya karena kalah dengan rasa rendah dirimu, cobalah untuk menatap batang hidung lawan bicaramu. Orang nggak akan menyadari bedanya kalo kamu hanya menatap batang hidungnya aja. Nah.. kalo kamu udah bisa lebih percaya diri, mulailah untuk menatap mata lawan bicaramu. Latihlah terus agar kamu bisa mengalahkan rasa mindermu.
Bersyukur..
Kenapa bersyukur? Karena pada dasarnya, orang yang suka merasa minderan lebih melihat ke-“wah”-an orang lain. Sibuk membanding-bandingkan keberhasilan dan keunggulan orang lain dari dirinya. Padahal, tiap manusia memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing. Orang yang minder cenderung lebih bisa menghargai orang lain dibanding menghargai dirinya sendri. Hargailah dirimu dan syukurilah apa yang Tuhan berikan padamu. Gali potensi dalam dirimu dan yakinlah kalo kamu punya sesuatu yang bisa dibanggakan.
Lebih aktif..
Kalo ibaratnya sebelumnya kamu hanya lebih suka menjadi penonton, coba deh sekarang kamu menjadi pemeran.. Aktiflah di berbagai organisasi. Perbesar peranmu di antara kawan-kawanmu. Semisal menjadi panitia suatu acara, mengikuti club atau komunitas.
Sahabat, hidup itu cuma sekali. Jangan sibukkan diri kita dengan rasa minder yang ada. Hentikan rasa minder yang bisa menghalangi kita menuju kesuksesan. Ambil setiap kesempatan dalam hidupmu. Dan berteriaklah, AKU BISA!




wh,smp segitunya ya…
syukurlah msh bnyk tmn2 yg bik di sekelilingQ
iyaa ^^
emmm…masuk akal…. sih…

sebenernya aku jg termasuk orang yang minder….
tapi… ya cuma sedikit….
mantab nih infonya… mksh nih ats ilmunya..
Thx udh membrikan informasinya,and mengembalikan keprcayaan diri Q.
Boleh jg nih kawan
ik aku bgt,,,mksh ea tas sran’y,.,.,
aku banget ea,,,tk coba’ ea saran’e
Waw itu aku banget >) si minder