Ada sekitar 350 jenis ikan hiu di dunia ini. Secara keseluruhan, mereka adalah makhluk pemakan daging, semisal daging lumba-lumba, anjing laut, penyu atau ikan-ikan lain. Namun, karena buruannya cukup besar dan gesit berkelit, tentu saja hiu perlu sigap dalam mengejar mereka. Bila sudah tertangkap pun, buruannya masih harus digigit, dirobek dan dikunyah sebelum dicerna ke dalam perutnya. Dengan begini, tentulah hiu memerlukan gigi yang tajam agar mangsanya ini mudah disantap.
Hiu sudah dibekali gigi yang luar biasa tajam dan kuat. Dan bukan hanya itu saja lho, sebab jumlah gigi hiu pin banyaaaak sekali. Tak cukup hanya sebaris seperti gigi kita, hiu bisa mempunyai dua-tiga baris gigi yang masing-masing diisi oleh seratusan gigi yang tumbuh berderet-deret. Jadi, kalau seekor hiu sedang nyengir lebar, bisa terlihatlah ratusan giginya yang tajam itu. Waaah.. seram juga ya.
Selain itu, ada juga keunikan gigi hiu lainnya. Bila makhluk lain umumnya memiliki batas masa tumbuh gigi, gigi hiu selalu tumbuh sepanjang hidupnya. Tak peduli dia itu hiu bayi atau hiu tua, kira-kira delapan hari sekali, hiu akan memiliki gigi baru yang akan memenuhi deretan gigi lama yang belum penuh atau membentuk deret baru.
Nah, begitu pula kalau suatu ketika ada sebuah gigi yang tanggal, misalnya karena menggigit tulang ikan buruan, cangkang penyu, menggigit kayu, kaleng atau sampah-sampah laut yang keras lainnya, gigi yang copot itu akan segera digantikan oleh gigi baru atau bisa juga gigi di belakangnya akan bergeser maju.
Dengan pola pertumbuhan gigi seperti ini jelas saja ikan hiu boleh dikatakan tidak pernah ompong. Soalnya giginya berderet banyak dan tumbuh terus, sih. Bahkan satu penelitian tentang hiu mengungkapkan selama hidupnya hiu bisa memiliki antara 20 hingga 30 ribu butir gigi. Dan gigi-gigi inilah satu-satunya andalan hiu dalam berburu dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari bayi hingga mati.
Sumber: majalah Ummi




good article
http://mobil88.wordpress.com