Eskalator atau tangga berjalan sesungguhnya merupakan tangga bermesin yang berfungsi sebagai alat “transportasi” sederhana untuk memindahkan para “penumpang” dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus melangkah.
Sebagaimana tangga biasa, eskalator juga memiliki serangkaian anak tangga dan pegangan tangga. Yang membedakannya, rangkanian anak tangga pada eskalator memiliki roda dibagia bawah yang bergerak pada sebuah bantalan rel.
Tambahan pula, pada setiap sisi bagian dalam anak tangga terdapat rantai pengikat yang menghubungkan satu anak tangga dengan anak tangga lainnya. Sehingga, meskipun masing-masing anak tangga eskalator ini terpisah satu sama lain, tapi semuanya bisa bergerak dengan mudah dalam satu rangkaian yang sambung-menyambung tanpa henti.
Nah, ke mana perginya anak tangga yang berada di ujung lantai? Tersimpankah dia di dalam lantai?
Tentu tidak, karena bantalan rel eskalator ini sama sekali tidak berhenti dari satu ujung ke ujung lain, melainkan terus terangkai secara penuh dalam putaran berbentuk elips. Sementara itu, pada kedua ujung lantai eskalator juga terdapat roda gigi bermesin yang berputar, menggerakkan dan menarik rangkaian pengikat anak tangga.
Dengan energi dari listrik, kedua roda gigi di setiap ujung lantai ini akan terus menerus menaik rangkaian anak tangga beroda untuk bergerak melintasi putaran rel berbentuk elips yang sebagian di antaranya tidak nampak oleh kita karena berada di bagian dalam lantai.
Jadi, anak tangga yang masuk pada ujung lantai sebenarnya tidak menghilang. Ia hanya tengah bergerak di sisi dalam lantai dan akan terus bergerak hingga muncul kembali pada ujung awal eskalator.
Kalau masih penasaran, pada beberapa gedung di Jakarta, sisi dinding eskalatornya tidak lagi dilapisi tembok melainkan kaca tembus pandang lho. Jadi, kita bisa melihat putaran anak tangga di bagian dalam lantai dan memahami betapa teknologi eskalator yang sangat banyak manfaatnya bagi umat manusia ini sebenarnya cukup sederhaa saja. Bergerak beriringan, dalam satu putaran elips, sambung-menyambung, tidak berhenti selama energi penggeraknya masih menyala.
Sumber: majalah Ummi





*Tahukah kamu?
=Enggak. tempe… eh, bukan itu maksudnya… aku juga gag tau tu cara kerjanya. taunya nginjek, terus nyampe deh… hehehe…
sharing pengetahuan yg bagus sist
makanya dibaca biar tau ,, hehe
wah,gara2 tugas ini dr pak dosen aq hrs bolak-balik ke mall cm bwt ngecek eskalator,tp terbayar lunas dgn nilai bgus
btw stauQ gambar tu dlm bntuk flash player y,gmn bisa d jadiin photo??
tugas ngecek eskalator emang ada ya?
hehe maaf aq ga tau, cz gambarnya cuma googling aja